7.10.11

Kristen di Israel

Masih mengenai kehidupan masyarakat Kristen di negara-negara Timur Tengah, yang bertujuan membuka mata masyarakat Kristen di Indonesia yang masih memandang masyarakat di negara-negara timur tengah berdasarkan informasi yang bermuatan kepentingan, baik kepentingan pimimpinan kelompok politik atau kepentingan kelompok keagamaan. Dengan artikel ini, kami berharap bisa membuat masyarakat Kristen di Indonesia lebih jernih dan objektif dalam memandang masyarakat negara-negara timur tengah, terutama masyarakat arab. KONSTANTIN untuk edisi ini menghidangkan informasi tentang masyarakat Kristen di Israel.

Total masyarakat Israel menurut situs BBC London diperkirakan mencapai 6, 8 juta jiwa. Dan dari keseluruhanya, sekitar  19% dari masyarakatnya adalah etnik Arab. dan 9% dari seluruh penduduk etnik Arab itu beragama Kristen. Orang Kristen asli Israel di dominasi oleh etnik Arab dan etnik Yahudi, selain juga keturunan dari bangsa-bangsa Eropa, Afrika dan Asia Selatan. Di beberapa wilayah negeri, masyarakat ini tergolong kurang dilindungi. Namun kelompok ini juga menjadi kelompok yang sangat berharga bagi perdamaian antara Arab Palestina dan Pemerintah Israel.

Sekalipun kian meningkat jumlahnya di banyak negara-negara Timur Tengah, orang-orang Kristen di Israel terus berkurang. Sisa-sisa kelompok yang masih signifikan ini mencakup denominasi di dunia baik itu Koptik, Armenia, Ortodoks, Protestan dan lainnya. Bahkan ada juga sempalan Yahudi yang menyebutkan dirinya, Yahudi Mesianik, yaitu Yahudi yang mengakui Yesus sebagai Mesias, dan menantikan kedatangan Mesias sebagai Hakim yang adil. Kemudian ada Kristen Zionis yang mengaku memiliki hubungan dekat dengan orang-orang Yahudi.

Peribadatan Kristen secara umum memang mendapat kebebasan. Namun sesungguhnya kebebasan tersebut tidak diimbangi dengan perlakuan sehari-hari oleh pemerintah yang sangat tampak kesenjangannya. Misalnya, dalam hal pengobatan, harga untuk kelompok-kelompok agama sangat berbeda. Atau pada dunia pendidikan, di mana kelompok agama dalam masyarakat memiliki harga pelayanan pendidikan yang berbeda. Hal-hal ini dialami kelompok masyarakat Kristen di Israel, terutama orang-orang Kristen keturunan Arab. Selain itu, memang sangat nyata bahwa banyak tempat di Israel yang melarang orang-orang Kristen Arab berada, bahkan hanya melintas tempat tersebut.

Kristen di Israel adalah minoritas agama-agama Abraham yang masyarakatnya terdiri dari penduduk asli dan pendatang. Masyarakat Kristen pendatang adalah orang-orang yang berasal dari negara-negara lain untuk tinggal dan bekerja di Israel. Dan kebanyakan, para pendatang Kristen itu datang dan bekerja untuk gereja-gereja atau biara di negara itu. Namun juga ada yang bekerja pada perusahaan swasta bahkan lembaga-lembaga milik pemerintah.

Sekalipun banyak pendatang Kristen yang berasal dari negara-negara Arab, namun juga penduduk Kristen di Israel adalah orang-orang Arab yang sejak lama dan turun temurun berada di tanah Palestina. Secara Politik, kehidupan Masyarakat Arab Kristen sangat terkucilkan. Secara kesukuan, orang-orang Yahudi membatasi pergaulan dengan orang-orang Arab. Dan secara pengajaran agama, orang-orang Yahudi sangat bertentangan dengan orang-orang ajaran agama Kristen.


Jadi bisa dibayangkan ketertindasan orang-orang Arab Kristen di Israel. Namun ironisnya, secara politik, perwakilan masyarakat Arab Kristen di Israel hanya diwakili perwakilan etnik Arab di parlemen. Beberapa wilayah pemerintahan kota, Ada peraturan yang menetapkan pejabat gubernur harus beragama Kristen. Dan yang sangat menyenangkan adalah masyarakat Kristen di Israel, selalu menjadi jembatan terpercaya untuk penyelesaian konflik arab israel, baik itu tingkat masyarakat antar wilayah bahkan antara Israel dan Pemerintahan Israel.

Keberadaan Kekristenan di Israel secara resmi sangat mandiri dalam koordinasi dengan wilayah lokal, seperti perkawinan dan perceraian. Gereja-gereja resmi di Israel itu adalah Gereja Ortodoks Timur, Gereja Katolik Roma, Gereja Gregorian-Armenia, Gereja Katolik Armenia, Gerej Siria Katolik, Gereja Kasdim, Gereja Katolik Melkit Yunani, Gereja Ortodoks Ethiopia, Gereja Maronit, Gereja Protestan dan Gereja Ortodoks Siria. Gereja-gereja seperti Gereja Anglikan dan Gereja Mormon gereja yang ada di masyarakat namun belum resmi diakui sebagai Gereja resmi. dari beberapa data menunjukan bahwa populasi Kristen di Israel meningkat secara signifikan oleh imigrasi pekerja asing dari sejumlah negara, dan imigrasi non-Yahudi yang menyertai pasangan dalam perkawinan campuran itu, ditandai secara jelas dengan dibukanya banyak gereja di Tel Aviv.

Kekristenan di Israel adalah sisa-sisa masa lalu yang pernah hadir dengan kekuatan tempur dan hubungan sejarah dengan gereja-gereja Ortodoks Timur yang aktif melindungi dan mengawasi berbagai masyarakat dan bangunan gereja, biara, seminari, dan lembaga keagamaan di seluruh negeri, khususnya di Yerusalem. Terlebih lagi, di abad kesembilan belas Kekaisaran Rusia menjaga kepentingan hidup orang Kristen di Tanah Palestina, pada masa pemerintahan Inggris dan Prancis yang hingga saat ini, bahkan termasuk situs gedung Knesset yang dimiliki oleh Patriarkat Ortodoks Yunani di Yerusalem. Di zaman modern, salah satu sektor yang paling aktif mendukung kemajuan masyarakat Kristen di Israel datang dari gereja-gereja Protestan yang diboncengi kelompok Evangelikal. Setiap tahunnya ratusan ribuan orang-orang Kristen di dunia datang sebagai wisatawan terorganisir untuk melihat Israel yang tentunya menguntungkan ekonomi negara itu.

Selain kelompok Kristen mainstreem, ada juga kelompok kecil yang menyebut diri sebagai Mesianik Yudaisme, yang merupakan kepercayaan yang kontroversi dalam masyarakat dimana kelompok ini memiliki pengajaran Yudaisme dan ajaran Kristen. Mesianik Yudaisme ini percaya Tritunggal. Mereka menyebut Yesus dengan sebutan Yeshua. Mereka menekankan bahwa Yesua dan murid-muridnya adalah Yahudi. Mereka menolak Kekristenan tradisional dan simbol, tapi mengembalikan festival-festival Yahudi pengikutnya. Pengikut Mesianik Yudaisme tidak dianggap Yahudi oleh Agama Yahudi, karen mungkin aliran ini banyak dianut oleh bangsa Arab dan bangsa lain yang bukan Yahudi, di Israel.  ath/konstantin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.