8.9.11

Kristen di Saudi Arabia

Masih dengan artikel mengenai pengenalan masyarakat Kristen di negara-negara Timur Tengah dengan tujuan membuka pandangan masyarakat Kristen Indonesia saat melihat masyarakat Arab dan masyarakat Timur tengah secara utuh. Bila sebelumnya kebanyakan masyarakat Kristen di Indonesia hanya menerima informasi yang dipenuhi kepentingan, baik itu kepentingan pimimpinan masyarakat dari kelompok politik atau bahkan kelompok keagamaan, artikel ini kami harapkan bisa langsung menjernihkan pandangan masyarakat Kristen di Indonesia untuk lebih objektif lagi dalam memandang masyarakat Arab di timur Tengah. Dan artikel yang KONSTANTIN suguhkan kali ini adalah tentang Kekristenan di Timur Tengah di Negara Arab Saudi. Saudi Arabia adalah negara Kerajaan yang memiliki total penduduk sebanyak 26.7 juta jiwa. Beberapa statistik internasional menunjukan bahwa sekitar 20-an juta masyarakat Saudi beragama Islam atau sekita 96% dari total masyarakat negara itu.

Dan menurut situs wikipedia sekitar 85% nya adalah penganut Islam Sunni, dan sisanya penganut Syiah. Negara ini menggunakan tata aturan agama Islam sebagai dasar segala aturannya. Tahun 2010, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa kebebasan beragama di Saudi Arabia sangat terbatas dalam kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu, secara peraturan negara, agama yang diakui hanya agama Islam. Itu berarti bahwa peribadatan agama-agama yang lain termasuk Kristen tidak diperkenankan. Di Arab Saudi, Tidak diperbolehkan bangunan ibadah selain bangunan peribadahan Islam. Masyarakat yang melakukan peribadatan lain selain peribadatan ala Islam, boleh dilaporkan sebagai kejahatan. Polisi keagamaan secara ideal, harus rutin menginspeksi rumah-rumah penduduk, agar tidak melakukan peribadatan atau perayaan yang bukan peribadatan dan perayaan agama yang diakui negara itu. Penduduk yang mengkonversi iman dari agama Islam ke agama lain, secara peraturan negara tersebut harus menanggung resiko hukuman mati. Namun demikian, peribadatan atau perayaan yang selain Islam, selama lima tahun belakangan ini, tidak pernah dilaporkan mengalami kendala. Bahkan beberapa kasus perpindahan agama pun selama lima tahun ini, belum ada laporan yang diputuskan hukuman mati. Negara ini memang sangat mendiskriminasi agama yang bukan Islam, namun masyarakat Arab beragama Kristen di negara itu tidak sedikit. Awalnya pengajaran itu diperoleh dari mulut ke mulut secara bergeriliya dari pekerja-pekerja asing. Karena pengajaran agama selain Islam adalah tindak pidana.

Pemerintah Saudi, menurut beberapa data sepertinya tidak tertarik untuk mendata keberadaan masyarakatnya dalam hal keagamaan. Hal ini pun pada akhirnya membuat masyarakat dunia kesulitan dalam mengetahui perkembangan hal kehidupan keagamaan di negara ini. Namun demikian, hal ini pun justeru menjadi celah yang baik bagi pertumbuhan Kekristenan yang tidak selama ini tidak terdeteksi. Banyak masyarakat Arab yang beralih menjadi Kristen dengan melakukan seremonialnya di negara Arab lain yang memberikan kebebasan beragama. Perubahan yang selama ini tidak disadari pemerintah Saudi tampak dari perhitungan Demografi, sejak pertengahan tahun 2000. Ensiklopedia Kristen Dunia atau World Christian Encyclopedia, mendapati dari 21.607.000 jiwa, sekitar 20.251.925 jiwa masih beragama Islam dan sekitar 798.000 jiwa beragama Kristen. Ini berarti 3,7% penduduk negeri ini beragama Kristen. Dan dari angka tersebut, penduduk asli Saudi mendominasi. Sebuah Harian lokal tanggal 17 Desember tahun 2004, pernah memuat seorang Arab bernama Emad Alaabad warga Hofuf, yang terletak di Selatan negara itu ditangkap dan dipenjarakan lantaran menjadi Kristen. Dan dalam proses peradilan Alaabad menyatakan bahwa Masyarakat Arab Kristen di Saudi yang beragama Kristen tidak sedikit. Pengadilan tidak menghentikan hukuman Alaabad namun tidak menangkap teman-teman persekutuan Alaabad. Dari peristiwa itu ada juga seorang wanita Arab di saudi, bernama Fatima bint Mohamed bin Uthman Al-Mutairi justeru mengumumkan diri menjadi Kristen. Wanita ini tidak disidang, lantaran dibunuh saudara laki-lakinya yang adalah anggota Polisi Syareat Saudi. Dan tentu saja si pembunuh itu diadili dengan hukuman nyawa ganti nyawa.

Masyarakat Kristen di Saudi sejauh ini baru memiliki tiga jenis tempat ibadah, yaitu di gedung-gedung kedutaan besar asing, persekutuan di goa di bukit-bukit atau bawah di tanah di beberapa gurun. dan biasanya dikelola oleh orang-orang Kristen yang non-Arab atau pun orang-orang Arab yang bukan warga Saudi. Dan yang ketiga adalah menggilir rumah-rumah masyarakat Arab Kristen yang berkumpul dan berdoa secara sporadis dan berpindah-pindah tersembunyi yang dikelola oleh orang² Saudi Kristen dan tidak pernah berkumpul dalam jumlah besar. Peribadatan Kristen di gedung-gedung kedutaan besar diijinkan pemerintah Saudi, menurut situs dunia Kristen, karena terletak dalam kedutaan besar dan tidak mengajak warga Saudi. Persekutuan di goa-goa perbukitan atau di bawah tanah awalnya diberadakan dan diperuntukan masyarakat pendatang non-Saudi, baik itu orang Filipina, Orang eropa, Asia Timur dan juga Arab Kristen dari negara tetangga. Peribadatan masyarakat Arab Kristen di Saudi di rumah-rumah diberaakan dan memang diperuntukan Masyarakat asli Saudi yang beragama Kristen. Mereka sangat merahasiakan identitas hingga mereka benar-benar hidup secara rahasia dengan tidak diketahui pemerintah bahkan keluarga. Kehidupan Masyarakat Arab Kristen di Saudi, seperti kebanyakan masyarakat Saudi Arabia yang melakukan kewajiban negara, bahkan melakukan seremonial keagamaan secara rutin bersama keluarga, namun menjaga keimanan Kristen dengan salah satunya mendengarkan siaran radio Kristen, seperti siaran dari Seychelles dan Ecuador. Masyarakat Arab Kristen di Saudi tumbuh dengan subur di Kota Jeddah, Mekah, Taif, sampai perbatasan Yemen dekat Laut Merah. Warga Arab Kristen di Saudi memiliki kekuatan jaringan persaudaraan yang kuat dengan Arab Kristen lainnya yang juga tumbuh dan berkembang di negara Arab lainnya, seperti Bahrain, Oman, Yordania, Yaman bahkan Iran dan Negara Persatuan Emirat Arab.ath/konstantin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.