1.2.11

Anemia

Pernah Anda mendengar percakapan dua orang tentang anemia, dimana dalam pembicaraan tersebut, yang seorang menganjurkan kepada yang menderita anemia  itu disarankan untuk memeriksakan tekanan darah? Inilah contoh anjuran yang salah! Nah, dimana salahnya? Kita simak artikel ini 
Anemia yang disamakan dengan tekanan darah rendah itu, adalah kesalahan. Karena anemia sangat berbeda dengan kondisi kurang darah. Secara medis, kurang darah adalah istilah awam untuk menyebutkan keadaan anemia, yaitu kondisi kadar hemoglobin atau HB dalam darah yang rendah atau kurang dari normal. Anemia, tidak memiliki hubungan dengan tensi atau tekanan darah yang rendah. Secara garis besar, ada 3 penyebab anemia. Yang pertama karena kekurangan produksi zat besi dalam darah yang disebut Anemia defisiensi zat besi. 
 
Selain itu juga kekurangan produksi asam folat dalam darah yang disebut Anemia defisiensi asam folat. Kemudian kekurangan produksi vitamin B12 dalam darah yang disebut Anemia defisiensi vitamin B12. Selain itu, ada juga anemia yang diakibatkan kehilangan darah dalam jumlah besar. Anemia jenis ini terjadi karena proses penghancuran atau kehilangan darah secara mendadak atau berlangsung secara kronik. Ini biasanya terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi dengan waktu melebihi waktu normalnya. 
 
Kondisi ini bisa terjadi pada yang mengalami hemoroid atau ambeyen dalam waktu lama, terutama yang mengalami kecelakaan lalu lintas. Ada juga anemia yang diakibatkan dari diet yang salah, bahkan juga secara genetik. Dalam memproduksi HB, diperlukan zat besi, vitamin b12, dan asam folat, dimana sumber zat besi berasal dari nabati dan hewani. Selain itu juga diperlukan vitamin B12 dan asam folat yang didapat dari biji-bijian seperti; sereal, jagung, dan buah-buahan. Namun demikian, ternyata Zat besi nabati penyerapannya, bisa terganggu hanya oleh teh.

Pola makan sehari-hari yang sudah mengandung gizi sehat dan seimbang biasanya tidak mengalami anemia defisiensi zat gizi. Hanya saja kita masih tetap mewaspadai lesu, lemah, letih, sering pusing, konsentrasi terganggu, sebagai gejala anemia. Ada juga gejala lain seperti; jantung berdebar, mata yang tiba-tiba gelap atau berkunang-kunang, terlebih pada saat berdiri setelah jongkok. Muka, atau kelopak mata bagian bawah, juga bibir dan telapak tangan yang memucat, adalah juga gejala anemia.

Oleh sebab itu, seorang vegetarian rentan mengalami anemia karena, zat besi yang dimilikinya adalah zat besi yang berasal dari nabati. Dan zat besi asal nabati selalu terganggu penyerapannya bila yang bersangkutan mengkonsumsi teh. Karena penyerapan zat besi yang diperoleh dari selalu terganggu teh yang mengandung zat tanin yang mencegah penyerapan zat besi. Dan sebaiknya, seorang vegetarian yang menderita anemia sebaiknya mengurangi konsumsi teh, agar penyerapan zat besi tubuhnya tidak terganggu. Zat besi asal hewan, memang tidak terganggu penyerapannya oleh teh, namun zat besi nabati memiliki kwalitas yang lebih baik. ath/konstantin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.