1.2.11

Awas! Jajanan Anak, Mengancam Generasi Mendatang

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau POM, Kustantinah mengatakan sekitar 44% jajanan anak yang beredar di pasaran tidak sehat. Kustantinah menyatakan bahwa ini akibat dari sanksi yang diberikan pada para pelanggar sangat ringan, bahkan tidak menimbulkan efek jera. Sejak tahun 2006 sampai dengan 2010, 40% sampai 44% jajanan anak tidak memenuhi syarat dalam penggunaan Bahan dasar yang berbahaya.

Badan POM juga mendapatkan bahwa bahan berbahaya yang digunakan tersebut adalah formalin, Borak, zat pewarna Rodhamin B dan Methanyl Yellow. Kualitas jajanan yang kurang baik merupakan masalah serius yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia. Rendahnya kualitas jajanan ini juga akan memperburuk dan menganggu asupan gizi generasi mendatang. Badan POM bersama Kementerian Pendidikan Nasional dan Institut Pertanian Bogor juga melakukan pemantauan terhadap kantin sekolah memastikan makanan yang dikonsumsi anak sehat. Hasil pemanatauan itu, hanya didapati 0,9% kantin yang sehat dari total 178.240 sekolah.

Dari temuanini ini, Badan POM masih melakukan pengawasan dan pemantaun, sekalipun petugas pengawas tidak sebanding dengan sekolah dan obyek pengawasan. Oleh sebab itu Badan POM sanagat berharap keterlibatan kementerian terkait, pemda ataupun instansi swasta melalui program CSR-nya. Ini adalah bentuk kesadaran Badan POM, bahwa Badan POM tidak bisa melakukan hal ini sendiri, tanpa bantuan pihak-pihak yang berkepentingan, baik di pusat dan daerah.

Ringannya hukuman pelanggar penyedia makanan ilegal dan palsu, memang sangat disesalkan Badan POM. Dari kondisi ini, berakibat terjadi 574 kasus, dimana 128 kasus masuk ranah hukum dengan 48 proses peradilan yang sudah diputuskan dengan hanya penjara 10 bulan dengan percobaan 1 tahun dan denda Rp 3 juta. Padahal hasil kejahatan ini yang tidak menimbulkan efek jera ini, tidak sebanding dengan resiko kesehatan generasi mendatang.
ath/konstantin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.