7.6.11

Antisipasi Wabah E.Coli Ala Menkes

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini Eropa barat sedang menjangkit wabah bakteri Escherichia coli (baca : Esyerisia Koli) atau E.coli (baca : ikoli) yang mematikan. Dan pemerintah Indonesia melalui Menteri Kesehatan, dr Endang Rahayu Sedyaningsih menghimbau masyarakat untuk melakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat sebagai antisipasi masuknya wabah bakteri E.coli tersebut.

Saat ini Indonesia masih aman dari E.coli namun kewaspadaan tetap harus dilakukan. Demikian tuturnya dihadapan wartawan yang menghadiri Acara Lomba Debat Bahasa Inggris tentang HIV/AIDS dan Demam Berdarah Dengue, yang diselenggarakan di Gedung Kemenkes RI pada hari Senin kemarin tanggal 6 Juni 2011. Perilaku Hidup Bersih Sehat yang disebutnya dengan PHBS adalah dengan tidak lupa untuk mencuci tangan menggunakan pakai sabun sebelum makan, dan juga mencuci tangan sesudah dari melakukan aktifitas di atas jamban atau kamar mandi.

Menurut Menkes, bakteri E.coli di Eropa saat ini, adalah bakteri E.coli strain baru yang mematikan karena resisten terhadap antibiotik. Tapi dapat dicegah dengan cara yang sama saat mencegah diare, yaitu Perilaku Hidup Bersin Sehat. Sebagian besar srtain atau jenis E.coli tidak berbahaya. Bakteri ini sebenarnya mudah ditemukan di usus manusia maupun binatang berdarah panas. Hanya saja bakteri yang menyerang Eropa 2 pekan terakhir ini adalah strain terbaru yang sangat mematikan dan berkemampuan memicu perdarahan parah. Nah Strain baru yang konon kebal antibiotik ini dinamakan Enterohaemorrhagic Escherichia coli (baca: Enteroheymorhajik) atau EHEC (baca: ihek).

EHEC bergejala sakit perut seperti kram disertai diare, yang pada sebagian kasus dapat mengeluarkan darah. Atau juga gejala lain yang sering menyertainya adalah demam serta mual-muntah. Masa inkubasi EHEC antara 3 hingga 8 hari, atau rata-rata 4 hari. Sebagian besar bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 10 hari, namun dalam kasus tertentu seperti yang terjadi di Eropa, infeksi bisa berlanjut ke gejala serius, di antaranya adalah gagal ginjal akut yang disertai kerusakan pada sel-sel darah merah, gangguan saraf, stroke dan koma. Kondisi ini telah yang membuat  kematian pasiennya hanya dalam waktu 2 pekan di Jerman bagian utara.ath/konstantin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.