7.6.11

Kehebatan Kolostrum

ASI adalah susu yang sangat tepat untuk diberikan pada bayi kita. Tidak ada susu yang Tuhan sediakan untuk baik kita selain ASI. Dan ibu yang menyadari rencana Tuhan yang baik ini, perlu mendengarkan informasi yang menguatkan untuk tetap semangat memberikan ASI pada bayi. Informasi yang akan membuat kita bangga dengan pemberian ASI memaparkan bahwa 3 sampai 5 hari setelah melahirkan, ASI banyak mengandung kolostrum. Kolostrum yang berwarna agak kekuningan ini mengandung antibodi yang sangat diperlukan bayi. Walau hanya diproduksi dalam jumlah yang sedikit, yaitu sekitar 7,4 sendok teh atau tepatnya 36,23 mili liter per hari, tapi kandungan nutrisi di dalamnya bisa memenuhi kebutuhan bayi di hari-hari pertama kehidupannya. 
Kolostrum sempat dipercaya sebagai ASI yang kotor., dan pada masanya pernah diharuskan dibuang. Kolostrum memiliki kadar protein yang lebih tinggi dari ASI matur. Tetapi kandungan lemak dan gula darah atau laktosa lebih rendah dari ASI berikutnya. Kolostrum mengandung vitamin, seperti vitamin A, B6, B12, C, D dan K; dan mineral, terutama zat besi dan kalsium. Komposisi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi baru lahir. Kolostrum mengandung enzim-enzim pencernaan yang belum mampu diproduksi tubuh bayi; seperti Protease yang berfungsi mengurai protein, Lipase untuk mengurai lemak, dan Amilase untuk mengurai karbohidrat.
Dengan keadaan itu, kolostrum mudah sekali dicerna sistem pencernaan bayi. Kolostrum juga mempunyai efek laksatif atau obat pencahar bagi bayi, yang membantu pengeluaran kotoran pertama bayi yang baru lahir. Selain konsentrasi nutrisi yang tinggi, kolostrum juga kaya akan antibodi, atau yang dalam istilah medis disebut juga dengan immunoglobulin. Antibodi terdapat dalam 5 jenis (disebut juga faktor imun), yaitu IgG,IgA, IgM, IgD dan IgE. ASI juga mengandung kelima faktor imun tersebut, namun kolostrum memiliki konsentrasi faktor imun lebih tinggi daripada ASI. Selama di dalam rahim ibu, janin memperoleh pasokan antibodi, faktor imun IgG, dari plasenta. Segera setelah lahir, pasokan ini akan terhenti, padahal tubuh bayi belum mampu membuat antibodi sendiri. Itulah salah satu sebab mengapa bayi yang baru lahir harus sesegera mungkin disberikan ASI. Karena selain merangsang produksi ASI, inisiasi dini ASI atau early latch-on juga untuk memastikan bayi mengkonsumsi kolostrum sesegera mungkin. ath/konstantin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.