7.8.10

Anda Tahu Apa itu Filariasis?

Ya! Filariasis atau Penyakit kaki gajah adalah nama sekelompok penyakit tropis yang disebabkan oleh beberapa macam cacing bundar, yang bentuknya menyerupai benang , yang dalam medisnya disebut Nematoda dan larvanya. Larva menularkan penyakit ini ke manusia melalui gigitan nyamuk dengan gejala demam, menggigil, sakit kepala dan lesi kulit . Gejala yang ada pada tahap awal itu, bila tidak diobati akan berkembang membentuk pembesaran nyata pada tungkai dan alat kelamin. Inilah yang disebut kaki gajah atau sebutan kerennya Elephantiasis.

Sedikit informasi tentang
Filariasis yang sudah menjangkiti sekitar 170 juta orang di daerah tropis dan subtropis seperti, Asia Tenggara, Amerika Selatan, Afrika dan Kepulauan Pasifik . Penyakit parasit yang menimbulkan kecacatan ini ternyata juga bisa menyebabkan kematian. Tapi dari kasusnya, kecatatan permanen lebih banyak dialami oleh para penderitanya. WHO telah menyatakan bahwa Filariasis adalah satu dari enam penyakit infeksi yang  berpotensi untuk dieradikasi melalui program selama 20 tahun.

Biasanya seekor nyamuk yang menggigit pengidap
Filariasis, memindahkan larvanya kepada  orang lain melalui gigitan juga. Gigitan nyamuk yang menjadi proses pemindahan larva cacing itu, kemudian larva tersebut tumbuh menjadi cacing dewasa.  Maka pada saat larva menjadi cacing dewasa, pemilik darah dimana cacing itu hidup akan terinfeksi Filariasis tersebut. 
Filariasis diklasifikasikan menjadi tiga, berdasarkan bagian tubuh yang terinfeksi, yaitu; 
Limfatik Filariasis yang mempengaruhi sistem sirkulasi yang memindahkan cairan jaringan dan sel imun atau sistem limfatik. 
Filariasis Subkutan menginfeksi area di bawah kulit dan bagian putih dari bola mata.
Filariasis Rongga Serosa yang menginfeksi rongga tubuh namun tidak menyebabkan penyakit.

Dari beberapa jenis cacing yang berbada bertanggung jawab untuk setiap Filariasis. Namun spesies yang paling sering adalah Wucheria Bancrofti, Brugia Malayi untuk Filariasis Limfatik. Lalu Onchocerca Voulvulus, Loa loa, Mansonella Streptocerca, Dracunculus Medinensis untuk Filariasis Subkutan. Kemudian Mansonella Pustans dan Mansonella Ozzardi untuk Filariasis Rongga Serosa.

Dua tipe yang paling sering dari penyakit ini adalah Filariasis dari cacing Bancrofti dan Malayan yang menyebabkan Filariasis Limfatik. Varietas Bancrofti ini ditemukan di seluruh Afrika, Asia Selatan dan Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik dan area tropis dan subtropis di Amerika Selatan dan Karibia. Malayan hanya ditemukan di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Sedikit informasi mengenai
Cacing Filariasis itu. Makhluk yang awalnya Larva ini tumbuh menjadi cacing dewasa dalam waktu enambulan sampai satu tahun dan dapat hidup antara empat dan enam tahun. Cacing betina dapat memproduksi jutaan larva yang akan muncul di dalam aliran darah pada malam hari. Itulah mengapa kemungkinan perpindahan melalui gigitan nyamuk di malam hari. Tapi jangan takut, karena satu gigitan biasanya tidak cukup menimbulkan infeksi. Karena gigitan berulang dalam periode tertentulah yang menyebabkan infeksi. Itulah mengapa, kebanyakan yang terjangkit adalah mereka yang aktif di area hutan dan pedalaman, yang berada di luar rumah pada malam hari. 
Gale Encyclopedia of Medicine - Carol A. Turkington/dpm/ath/konstantin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.