17.8.10

Menuntut Kemerdekaan Beribadah


Hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010 yang lalu, sekitar delapan ratusan orang mendatangi Monumen Nasional di Jakarta. Mereka melakukan ibadah Keagamaan dengan cara Kristen yang dilanjutkan berjalan ke depan istana negara. Orasi-orasi dilakukan demi menggapai perhatian pemerintah bagi kebebasan beragama di Indonesia. Orasi-orasi menguak permasalahan yang dialami Gekindo Jatimulya, Gereja Katolik di Harapan Indah, GPIB Galilea, GPDI Narogong, GKI Taman Yasmin dan terakhir HKPB Pondok Timur. Saluruh gereja yang disebutkan itu berada di wilayah Bekasi. Kegiatan ini, ingin menyuarakan keberadaan Indonesia yang Merdeka selama 65 tahun, namun kebebasan beribadah dibelenggu, prilaku kasar dibebaskan, dan pemerintah membiarkan.

Dengan melantunkan lagu-lagu perjuangan barisan yang memperjuangkan kebebasan beribadah ini bergerak ke Istana Negara, sementara ratusan aparat kepolisian samapta dan Gegana berdiri melingkari kelompok tersebut. Mulai Maju Tak Gentar, Garuda Pancasila. Tepat sekitar pukul Jam satu siang ibadah dimulai di bawah panas terik dengan peserta yang mengenakan baju hitam dan pita merah di lengan. Diantara barisan itu, Pdt Yewangoe Keta Umum PGI bersama Sekretaris umumnya, Pdt Gomar Gultom. Selain itu juga tokoh masyarakat lintas agama, ICRP, Buddha, Hindu, bahkan para Garda Bangsanya NU.

Terik yang mengawali pembukaan ibadah, tiba-tiba hujan deras datang menghujam barisan aksi damai itu. Namun demikian, para peserta barisan aksi damai itu justeru mengatakan bahwa, ini hadiah yang mendinginkan batin dan fisik yang sudah sangat kepanasan. Inayah Abdurrahman Wahid bertahan bersama peserta lain bernyanyi kidung Jemaat "Hujan Berkat!". Sangat menyenangkan keakraban yang terjadi saat Inayah putri bungsu Gus Dur menolak pengawalnya yang mencoba untuk  memayunginya. "Jangan payungi saya..." kilahnya, "ini Hujan berkat!" lanjutnya, yang tentu saja langsung disambut tepuk tangan meriah. Inayah dengan penuh semangat mengkritisi mereka yang ketakutan dengan orang yang beragama lain. Orasi-orasi diisi dengan suara yang hampir sama yaitu, mengharapkan pemerintah tidak melakukan pembiaran. Kebebasan beribadah adalah hak setiap warganegara Indonesia.Dan tentunya, penggunaan Kekerasan tidak boleh dijadikan kebiasaan di negeri ini.

Beberapa tokoh nasional, baik itu dari berbagai pemuka agama atau pemuka masyarakat, bahkan juga dari beberapa partai juga hadir dalam aksi damai itu Hukum harus ditegakkan, kebebasan beribadah adalah hak setiap warganegara yang perlu penyelesaian. jt/ath/konstantin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.